Selasa, 04 Maret 2025

Wisuda (orphic)

 

Visualisasi 

Cana menghentikan mobilnya di pekarangan halaman rumah Otlan, bibirnya melengkungkan senyum melihat Otlan yang sedang berjalan kearah mobilnya dan duduk nyaman di Sampingnya.

"Pagiii," Sapanya ceria, moodnya terlihat bahagia hari ini.

'𝘎𝘢𝘯𝘵𝘦𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘪 𝘊𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘢𝘬𝘦 𝘮𝘢𝘬𝘦 𝘶𝘱 𝘵𝘪𝘱𝘪𝘴 𝘨𝘪𝘵𝘶,' Pujinya dalam hati melihat wajah orang yang disukai bermake-up tipis untuk menghadiri acara spesialnya.

"Pagi," Jawab Cana sembari membelokan mobilnya agar bisa keluar dari ruma Otlan dengan mudah. "Gak papa kan nanti ikut nunggu di 𝘩𝘢𝘭𝘭?"

"Gak papa kok, gue malah seneng." Ujarnya dengan senyuman manis. "Bunda sama ayah ikut masuk?"

"Enggak, mereka nunggu diluar," Ujarnya fokus menatap jalanan.

Otlan menatapnya terkejut. "Kenapa diluar? Kenapa gak ikut masuk juga?"

"Ada batasan orang yang dibawa masuk,"

Otlan terdiam namun senyumnya semakin tersungging manis. Ia merasa sangat spesial, alih-alih menyuruh orang tuanya untuk menemaninya masuk, pemuda ini malah memilihnya. Ahh betapa bahagianya dia.

Perjalanan pagi itu terasa ramai seperti hari biasanya, namun Cana yang sudah terbiasa dengan jalanan membuat pemuda itu gampang terbebas dari kemacetan dan sampai di kampusnya dengan cepat.

Keduanya pun berjalan bersisian masuk kedalam kampus sembari berbincang kecil, senyuman tipis pun tak jarang mampir di bibir indah Cana mendengar celotehan Otlan yang tak jelas ujungnya.

Selama mereka berjalan, selalu menjadi pusat perhatian. Siapa di kampus itu yang tak kenal Cana? Pemuda tampan yang irit bicara disertai kecerdasan itu tentu menjadi topik menarik untuk diperbincangkan oleh mereka yang satu fakultas ataupun tidak.

Mereka bertanya-tanya siapa orang yang berada di samping Cana? Kekasihnya atau saudaranya? Namun jika saudara wajah mereka tak ada kesamaan sama sekali hingga mereka pun berasumsi bahwa pemuda tampan di samping Cana adalah pacar pemuda itu. Kehebohan pun tak bisa dihindari.

Otlan duduk dengan nyaman di kursinya yang bersebelahan dengan Cana di bangku paling belakang, (seharusnya Cana berada di depan, namun pemuda itu memilih duduk paling belakang bersama Otlan) tak sedikit pun pemuda itu merasa bosan karena ia sibuk mengoceh sembari memperlihatkan hal-hal lucu dari hpnya dengan Cana yang di jawab didengarkan dengan seksama dan sesekali tertawa jika benar konten yang ditampilkan memang lucu bagi humornya yang tinggi itu.

Keduanya sibuk sendiri mengabaikan sekitarnya yang sedang sibuk dan ramai sendiri akan acara hari ini.

Hingga pemberitahuan diatas podium beralih ke jurusan yang Cana ambil, nama pemuda itu pun terpanggil sebagai mahasiswa terbaik tahun itu dan memintanya untuk memberikan beberapa patah kata pada semua orang yang datang.

Otlan bertepuk tangan penuh akan rasa bangga, ia pun merekam moment Cana yang naik keatas podium untuk menerima gelar barunya hingga memberikan beberapa patah kata di tempat yang telah di sediakan.

Tak banyak yang dikatakan pemuda itu, khas dirinya yang malas untuk bicara panjang, dia hanya berterimakasih pada semua dosen dan memberitahu motivasi bagi anak-anak lain untuk tak menyerah meski ada yang mendapatkan nilai tak sesuai harapannya. Pemuda itu tak ada menyinggung tentang keluarganya sama sekali, tak ada dikata terimakasih yang dia layangkan seolah orang tuanya tak berarti.

Otlan tersenyum manis menyambut kedatangan Cana yang telah sampai kembali disampingnya dan duduk nyaman di kursinya. Satu yang ia tangkap dari kemaren hingga sekarang. Cana tak dekat dengan keluarganya.

Acara pun terus berlanjut tanpa ada hambatan.

--------

Setelah berjam-jam berada di ruangan yang penuh akan manusia kini Otlan bisa merasakan udara segar yang terasa menyenangkan. Ia pun mengikuti langkah Cana yang berjalan mendekati keluarganya beserta Agra yang sedang berbincang kecil.

"Kak Canaaa," Seru gadis kecil menjauh dari orang tuanya dan berlari mendekati Cana dengan tangan merentang, meminta untuk dj peluk.

Cana pun berjongkok menyamakan tinggi mereka dan memeluk ponakan kesayangannya. Keduanya berpelukan dengan bahagia.

Namun yang tidak diketahui Cana gadis itu memasang wajah permusuhan untuk Otlan dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Cana sembari me-meletkan lidahnya. Seolah mengejek.

Otlan pun ikut me-meletkan lidahnya sembari menunjukan map Ijazah yang Cana berada di tangannya. Keduanya pun saling melempar tatapan permusuhan tak ingin kalah.

Agra menoleh kearah Otlan dan Cana, wajah jail pun pemuda itu layangkan. "Ciee ciee Asik betul wisuda ditemenin ayang." Ujarnya menggoda.

Ayah bundanya hanya tersenyum melihat kedatangan mereka, namun senyumnya berbeda dari biasanya.

"Jadian juga enggak, main diajak ke hal penting aja, Kan." Sambungnya begitu Cana dan Otkan berada di samping mereka.

"Bacot." Ujar Cana yang semakin membuat Agra semangat untuk bertingkah jail.

Otlan hanya diam saja, namun senyum diwajahnya tentu menandakan bahwa pemuda itu bahagia.

"Gimana rasanya nemenin Cana di dalem? Merasa spesial gak, Lan?." Goda wanita itu.

Otlan tersenyum salah tingkah. "Ah bunda mah." Yah dia memang sudah sedekat itu dengan orang tua sambung Cana.

"Bukan lagi itu bun, liat aja wajahnya, kayak ngejek kita yang gak diajak ke dalam." Kompor sang suami yang segera dibantah Otlan.

"Dih fitnah dih,"

"Udahlah yah bun jangan di godain terus." Bela Cana.

Sang bunda dan sang ayah kompak menjawab. "Dibelain banget kayak pacaran aja."

"Enggak yaa! Kak Cana gak boleh pacaran!" Protes Alea tegas.

"Dih," Refleks  Otlan menjawab perkataan Alea sinis, dan karena hal itu godaan lainnya pun bergantian menggoda kedua pemuda itu, tidak lebih tepatnya menggoda Otlan yang gampang sekali terpancing.

Siang itu pun berlalu dengan cerah ceria, tawa di wajah mereka tak kunjung padam termasuk Cana. Dia merasa hidupnya jauh lebih baik dari sebelumnya, dan dia berterimakasih pada Otlan karena selalu bisa membuat suasana terasa jauh lebih hidup, dan ia berjanji untuk selalu membahagiakan pemuda itu apapun yang terjadi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renjana

[ 𝚁𝚎𝚗𝚓𝚊𝚗𝚊 / 𝚁𝚊𝚜𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝 ]  𝐒𝐢𝐧𝐨𝐩𝐬𝐢𝐬 :  Bagaimana rasanya jatuh cinta diam-diam pada kakak sahabatmu? ...