Selasa, 22 Oktober 2024

Orphic - Nonohm (kamuflase)

 


Melihat kamar Kenzo yang tiba-tiba gelap, Cana pun segera keluar dari kamar Agra, meloncat dari jendela lantai 2 tanpa takut akan tergelincir yang bisa membuatnya patah tulang.

Setelah turun dengan mulus, pemuda itu pun segera berjalan keluar dengan cepat.

Agra yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya hanya menghela nafas lelah, karena sudah terbiasa dengan tingkah laku temannya yang di luar nalar. Ia pun kembali mengerjakan tugasnya tanpa merasa cemas.

Cana berjalan dengan cepat masuk kedalam rumah tanpa ada yang tau, kebetulan para hanya ada satu security di depan rumahnya dan ia pun sedang sibuk menonton pertandingan sepak bola, sedangkan yang lainnya berkeliling memastikan keadaan rumah aman.

Cana yang tau betul letak titik buta setiap CCTV di rumahnya pun berjalan tanpa hambatan, namun terkadang ia harus bersembunyi karena bertemu dengan security yang berjaga, mencari arah lain agar bisa terus bergerak tanpa ketahuan.

Entah apa akan ia lakukan, pemuda itu hanya tak ingin menampilkan dirinya di CCTV dan tak ingin pula kehadirannya di ketahui oleh security. Ia ingin masuk kedalam rumah tanpa diketahui oleh siapapun.

Saat sampai di tangga yang jarang terpakai (karena mereka lebih suka menggunakan lift) Cana pun berjalan dengan tenang, dan ia pun mengechat anak buahnya untuk segera memanipulasi CCTV di lantai 3, kamar adiknya berada.

Setelah berada di lantai 3, Cana pun berjalan dengan tenang saat ia telah memastikan CCTV tak berjalan normal. Berjalan dengan langkah pasti, matanya pun terlihat menajam, nampak menyimpan beribu dendam yang tak bisa ia lampiaskan.

Di bukanya kamar Kenzo dengan pelan, berjalan ke dalam ruangan yang luas itu, setelah dekat dengan ranjang Kenzo, ia pun mengambil bantal putih yang tak di pakai si pemuda dan mengitari ranjang dengan langkah pelan agar tak menimbulkan sura.

Ia tatap wajah damai Kenzo beberapa saat sebelum menekan bantal ke wajah Kenzo, membatasi ruang untuk bernafas.

Kenzo memberontak dengan semua tenaga yang ia punya, namun tenaga Cana jauh lebih besar darinya, hingga ia sulit bernafas, bisa di pastikan penyakitnya kambuh kembali.

Mendengar suara nafas seperti terjepit, Cana dengan segera melemparkan bantal ke samping kasurnya yang kosong dan berganti menjadi mencekik pemuda itu.

Kenzo mendelikkan matanya melihat Cana yang menatapnya datar, kedua tangannya berusaha melepaskan cekikan di lehernya yang semakin membuatnya susah bernafas. Ia seperti sekarat.

"Kalo lo masih berani deketin Otlan gue bakal pastiin detik berikutnya lo udah gak bernyawa." Ujarnya mengancam dan segera melepaskan cekikan di lehernya.

Dengan nafas yang terputus-putus Kenzo mencoba menekan tombol di samping kasurnya agar ada seseorang segera datang ke kamarnya dan menyelamatkan hidupnya uang sudah di ambang batas.

"Inget kata gue baik-baik." Ujarnya sebelum keluar dari kamar Kenzo dengan langkah cepat namun tak menimbulkan bunyi.

Berbelok kearah tangga dan segera terjun turun saat mendengar langkah kaki mendekat tanpa takut ia salah pijakan nantinya. Tangga di rumahnya di desain melingkar, itu membuat Cana bisa segera menuju lantai 2 ketika ia terjun bebas, dan saat di lantai 2 pun ia kembali loncat hingga sampai lantai 1 tanpa merasa kesulitan dan segera keluar dari rumahnya tanpa hambatan.

Sarung tangan yang sengaja ia pakai sejak tadi pun ia kantongi dan meloncat keluar dari pembatas pagar rumahnya, berjalan kearah motornya yang sengaja ia parkir di depan rumah Agra.

Benar-benar orang yang lincah.

Di balik helm fullfacenya Cana terlihat tersenyum, kedua tangannya pun ia lepaskan dari stang beberapa detik dengan suara tawa yang keluar dari bibirnya. Ia nampak bahagia setelah melakukan hal kriminal pada sodaranya.

Sebenarnya ia melakukan itu bukan untuk Otlan, tapi untuk membalaskan dendam dirinya yang selalu mendapatkan masalah dari Kenzo. Nanti ia akan memperlakukan Otlan lebih baik sebagai tanda permintaan maafnya karena sudah memanfaatkan kondisi pemuda itu. 

Malam ini ia sangat bahagia, jadi biarkan ia merayakan malam ini dengan berdisko dan di temani beberapa alkohol atau beberapa beta yang menjual dirinya di sana nanti.

Ahhh andai saja anak buahnya tak sedang dalam masa buruan polisi, ia pasti sudah mengajak mereka untuk berpesta malam ini.

Yasudahlah, sendirian pun juga menyenangkan, mungkin nanti akan ada seseorang yang menemaninya sepanjang malam seperti sebelum-sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renjana

[ 𝚁𝚎𝚗𝚓𝚊𝚗𝚊 / 𝚁𝚊𝚜𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝 ]  𝐒𝐢𝐧𝐨𝐩𝐬𝐢𝐬 :  Bagaimana rasanya jatuh cinta diam-diam pada kakak sahabatmu? ...