Sabtu, 23 November 2024

Cookies

 

"Muka lo kenapa, Lan?" Tanya Freddy setelah meletakkan ranselnya di kursi dan melihat teman masa kecilnya sedang terdiam dengan wajah membrenggut. Ia pun menghampiri sang teman dengan langkah pelan.

"Gak papa," ujar Otlan beralih menatap pemandangan di luar jendela.

"Sedih kenapa sih lo?" Ujar Freddy duduk di hadapan Otlan, namun Otlan tak mau menjawab perkataanya.

Freddy menatap temannya heran, ada apa lagi dengannya?

"Cana ngapain lagi?" Tanyanya menebak yang membuat mimik wajah Otlan berubah seketika.

"Apa sih kok Cana?" Tanyanya sewot.

Freddy terkekeh, "Ya siapa lagi coba yang bakal bikin lo galau kalau bukan Cana? Kenzo?"

"Najis."

Mendengar sautan asal dari mulut Otlan semakin membuat Freddy tertawa. "Tuhkan Cana," Ujarnya di selingi tawa.

"Enggak!!" Bantah Otlan mentah-mentah, namun Freddy sama sekali tak mempercayai ucapannya hingga membuat Otlan menggaplok kepala Freddy kesal.

Freddy hanya tertawa mendapat gaplokan dari tangan besar Otlan. "Oh hai Can, morning." Ujar Freddy menatap Cana yang sudah berdiru didekat mereka dengan tentengan box di tangan pemuda itu.

Otlan yang mendengar ucapan Freddy seketika menoleh dan melihat Cana yang berdiri di belakangnya.

Freddy mendengus melihat tingkah Otlan.

Cana yang baru tiba hanya menatap kedua sahabat itu heran. "Pagi," Ujarnya membalas ucapan Freddy, kepalanya pun menoleh kearag Otlan dan menaruh kotak di depan pemuda itu yang membuat Freddy dan Otlan menatapnya penuh tanya. "Buat lo," Ujarnya begitu saja dan membuang tasnya di kursi sebelah Otlan sebelum berlalu pergi keluar kelas.

Otlan dan Freddy saling pandang. Bingung.

"Udah buka aja isinya apa, baunya keknya enak."

Otlan pun mengikuti ucapan Freddy dan membuka box di depannya dan terlihatlah cookis yang tadi ia liat di twitter Cana berada di depannya.

"Keliatannya enak tuh Lan, bagi dong." Ucap Freddy menatap makanan di depannya dengan mata berbinar.

Otlan sebenernya ingin menolak, namun karena takut di racun ia pun menyodorkan cookies itu di depan Freddy yang membuat sahabat masa kecilnya tersenyum cerah dan segera mengambil satu cokies untuk ia cicipi.

Dengan harap-harap cemas Otlan menatap Freddy yang terlihat menikmati kuenya.

"Ini enak banget Lan," Ucap Freddy memberitahu, "mau lagi dong." Sambungnya ingin kembali mengambil cookies di depan Otlan namun segera di tepis kasar.

"Lo udah satu, sisanya buat gue."

Freddy mendecih. "Lo kan gak suka makanan manis, apa sulitnya berbagi."

"Kata siapa gue gak suka makanan manis? Gue suka kok," Jawab Otlan tak mau kalah.

Freddy mencebikkan bibirnya kesal, ia ingat sekali temannya ini malas makanan manis, katanya gak sehat lah, gak bagus lah buat tubuh, tapi liat sekarang. Kepalanya menggeleng heran.

"Bilang aja lo suka Cananya bukan makanan manisnya." Ujarnya mengejek dan berlalu pergi.

"Enggak yaa enak ajaa!" Bantah Otlan keras.

Namun Freddy hanya menunjukan reaksi mengejek, tak perduli dengan bantahannya, hingga membuat Otlan sebal dan mengejar pemuda itu yang sudah lebih dulu kabur keluar kelas.

Kedua pemuda itu pun saling kejar-kejaran di koridor tanpa perduli tatapan orang-orang disekitar mereka.

Cana menaikkan alisnya melihat tingkah kedua sahabat itu yang masih asik kejar-kejaran, Freddy yang terus mengejek dan Otlan yang terus membantah, meski ia bingung sesekali namanya disebut Freddy yang membuat Otlan semakin membantah keras namun ia memilih tak perduli, biarkan saja, dulu saat ia masih sekolah pun tingkahnya sama seperti mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renjana

[ 𝚁𝚎𝚗𝚓𝚊𝚗𝚊 / 𝚁𝚊𝚜𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝 ]  𝐒𝐢𝐧𝐨𝐩𝐬𝐢𝐬 :  Bagaimana rasanya jatuh cinta diam-diam pada kakak sahabatmu? ...