Rabu, 09 Oktober 2024

NonOhm - Orphic (main)

 

Suara bel di rumah besar kawasan elit Eunia terdengar, di depan pintu kayu yang besar itu terdapat Agra sedang berdiri di tengah-tengah sembari memainkan HP-nya, menunggu pintu  raksa di depannya terbuka.

Meski kini jam telah menunjukan angka setengah sebelas malam, namun Agra tetap bertamu di rumah orang, yang ia yakin belum pada tidur, apalagi temannya itu.

Tak lama pintu pun terbuka, dan menampilkan seorang maid di sana, membungkuk dengan sopan.

"Cana di rumah kan?" Tanya Agra berjalan masuk yang di ikuti sang maid.

"Iya den, den Cana di rumah sejak sore." Jawabnya sopan.

Agra pun mengangguk dan memberi kode dengan tangannya untuk sang maid agar tak mengikutinya yang segera di lakukan oleh gadis muda itu, karena dia sudah tau siapa Agra, dan tak ada pekerja di rumah itu yang tak tau tentang Agra, teman satu-satunya majikan tertua mereka.

"Mi please aku bosen di rumah." Rengek Kenzo memeluk lengan maminya dan mengerucutkan bibir, tak lupa tatapan mata yang menyanyu.


Agra yang sedang melewati ruang keluarga sontak berhenti dan mundur beberapa langkah untuk menyembunyikan dirinya di balik tatanan kayu pembatas, ingin tau apa yang sedang mereka obrolkan.

"Enggak Kenzo, kamu belajar di rumah sampe lulus!" Tolak sang mami mentah-mentah.

Agra menaikkan alisnya, ia pun segera memasang telinganya baik-baik.

"Mamiiii!" Rengek pemuda itu terlihat sedikit kesal, rangkulan di lengan maminya di lepas kasar. "Mami udah gak sayang sama Kenzo lagi yaa?!"

Agra memutar matanya malas. Sudah hapal dengan tingkah laku adik kembar temannya yang menjengkelkan ini.

"Justru mami ngelessin kamu di rumah karena mami sayang Kenzo. Mami gak mau kamu ngelakuin hal yang salah lagi di luar sana."

Kenzo berdecak kesal, kedua tangannya bersidakap depan dada. "Mami cuman sayang Cana aja ga sayang Kenzo."

Sang mami menghela nafas berat, kepalanya mendadak pusing, dokumen di pangkuannya pun sudah tak ia baca lagi.

"Kalo mami sayang Kenzo, mami gak akan halangin Kenzo buat sekolah lagi!"

Agra mencibikkan bibirnya sinis. 'Drama mulu hidupnya' batinnya tak kalah sinis.

"Kenzo tau Kenzo selama ini cuma nyusahin mami, tapi Kenzo juga gak mau punya penyakit ini mamii!! Kenzo juga mau kayak Cana yang sehat dan bisa pergi pergi terus."

"Kenzo dengerin mami, mami ngelarang kamu ke sekolah biar kamu gak ngelakuin hal kriminal lainnya, nak. Stalking in orang itu termasuk ha kriminal, mami gak mau kamu masuk penjara."

Kenzo tetap memasang wajah kesal. "Kan Kenzo udah bilang kalo Kenzo gak akan ngelakuin kesalahan yang sama mamii!!! Kenzo tau kesalahan Kenzo, mami cukup kasih kesempatan buat Kenzo dan liat kalo Kenzo udah berubah!!"

'Power rangers kali,' sahut Agra dalam hati.

Melihat maminta tak menanggapi omongannya, Kenzo pun kembali berbicara mengancam.

"Yaudah lah mami, Kenzo gak usa sekolah aja selamanya, biar Cana terus yang sekolaha gantiin Kenzo!" Ucapnya dan berjalan, ingin berjalan menjauh.

Sang mami yang mendengar perkataan anaknya seketika menarik tangannya dan menghentikannya untuk berjalan menjauh.

"Oke oke, besok kamu bisa sekolah lagi, jangan ngambek ya sayang, sini duduk lagi."

'Gampang banget luluhnya' batin Agra tak habis pikir.

Kenzo pun mengulum senyum dan kembali menatap sang mami dengan wajah masih pura-pura ngambek. "Beneran?" Tanyanya memastikan.

Sang mami mengangguk mengiyakan. "Iya sayang, sini duduk lagi,"

Kenzo pun segera duduk dan kembali memeluk lengan sang mami di sertai mencium pipi sang mami sayang. "Makasih mami, mami paling baik di dunia." Pujinya menyenderkan kepalanya di pundak sang mami.

Yang tak di ketahui semua orang di sana, senyuman Kenzo berubah menjadi senyuman miring dan pandangan mata yang menajam. 'Otlan, kamu itu hanya milik aku, gak boleh ada yang milikin kamu selain aku.' batinnya berucap pasti.

Merasa sudah tak perlu melanjutkan menguping, Agra pun segera keluar dari tempat persembunyiannya dan menyapa kedua orang yang sedang duduk di sofa.

"Malem tante, malem Kenzo, Cananya ada kan Tan di dalem?" Sapa Agra sesopan yang ia bisa.

Kedua orang yang sedang duduk di sofa pun menolehkan kepalanya kebelakang.

Sang nyonya rumah tersenyum lembut. "Ada Gra, Cana ada di dalem."

"Kalo gitu Agra permisi ya tante, marii." Ujarnya dan berjalan begitu saja.

Kenzo mendengus sinis, rasa iri di hatinya tak kunjung padam, entah kenapa semua hal yang ia mau Cana selalu mendapatkannya, sepertu halnya teman setia yang selalu ada untuk pemuda itu, Kenzo juga menginginkannya namun tak tau kenapa ia tak bisa. Semua orang yang mendekatinya hanya menginginkan sesuatu darinya tanpa ada ketulusan sama sekali.

"Inu udah jam 11 mami, mami tak takut mereka ngapa-ngapain? Si Agra kan omega."

"Kamu tenang aja, kakak kamu meski kelakuannya preman gitu dia gak akan berani ngelakuin hal yang di larang."

Bahkan Cana juga bisa mendapatkan kepercayaan sang mami yang tak pernah ia dapatkan.

Kenzo mendengus kesal namun tak mengatakan apapun, ia kesal kenapa Cana selalu lebih unggul darinya.

Agra pun berjala terus kearah lift dan masuk kedalam saat lift sudah terbuka, memencet angka 3 dimana ruangan khusus untuk Cana berada. Di lantai 2 ruangan untuk Kenzo.

Tak lama pintu pun terbuka, pemuda itu segera keluar dari lift dan berjalan lurus kearah salah satu kamar yang ada di sana, tanpa mengetuknya ia pun segera masuk kedalam dan melihat sang teman yang sedang fokus dengan laptop dan buku-buku.

Tanpa berkata apapun Agra menendang kursi Cana hingga bergerak menjauh dengan tiba-tiba.

Cana menatapnya sengit, namun ia tak mengatakan apapun dan kembali mendekat kearah laptopnya berada, ingin melanjutkan ketikannya yang sedang menggarap tugas untuk thesisnya.

"Gue denger tadi di bawah si Kenzo mau sekolah tuh besok." Ujar Agra mulai menggibah sembari berjalan kearah ranjang Cana yang sangat lebar.

Cana menoleh, "Terus?"

"Nyokap lo ngijinin," Jawabnya sembari duduk dengan nyaman di sofa depan ranjang kenzo, menidurkan tumbuhnya di sana.

Cana yang mendengar itu kembali melanjutkan mengetiknya.

"Kasian yang gak bisa ketemu Otlan besok," Goda Agra dengan wajah jail. Namun Cana sama sekali tak bereaksi. Seakan teringat sesuatu Agra pun kembali duduk. "Ohiya ngomongin soal Otlan HP lo masih kebawa tuh sama Otlan, terus katanya besok di ambil di sekolah aja."

"Hp?" Tanya Cana pada dirinya sendiri. Pemuda itu pun sontak mencari Hp di badannya dan benar saja ia tak menemukan benda pipih itu. "Tau darimana kalo Hp gue di bawa Otlan?"

"Dari Twitter Otlan, dia sendiri yang ngomong."

Mendengar jawaban itu, Cana pun segera membuka aplikasi twitte melalui web dan melihat akun Otlan, benar saja yang di katakan temannya. Ia pun segera men DM pemuda itu.

"Tapi kan besok yang dateng ke sekolah si Kenzo, hp lo gak bisa di ambil dong?" Tanya Agra penasaran

"Emang yang boleh dateng ke sekolah cuman anak sekolah sana?" Tanya Cana tanpa ingin menjawab pertanyaan temannya.

Agra mengerutkan keningnya dalam, ia tak paham hingga teringat ia di antar jemput sewaktu masih SMA dulu. Bibirnya pun menyunggingkan senyum mengejek.

"Oh mau jemput si ayang."

Cana hanya meliriknya malas tanpa ingin membalas.

"Pulang sana ke rumah, ngapain masih disini." Usirnya tanpa perasaan.

Agra tak mendengarkan, pemuda itu malah asik berselancar di yutub.

"Agra!"

Agra berdecak kesal. "Gue tidur disini ajalah, toh besok kelas pagi, berangkatnya juga bareng."

"Yaudah sana pindah ke kamar lain, jangan di sini."

"Gak mau," Ujarnya keras kepala dan asik kembali bermain sosia medianya.

Cana berdecak malas. Agra selalu suka menyusahkannya, pemuda itu setiap tidur di rumahnya selalu tak ingin langsung tidur di kamar lain, alhasil membuat Cana menggendongnya untuk di pindah kan ke kamar lain.

Tapi yasudah lah, selagi tak mengganggunya yang sedang serius mengerjakan thesis biarkan saja dia mau melakukan apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renjana

[ 𝚁𝚎𝚗𝚓𝚊𝚗𝚊 / 𝚁𝚊𝚜𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝 ]  𝐒𝐢𝐧𝐨𝐩𝐬𝐢𝐬 :  Bagaimana rasanya jatuh cinta diam-diam pada kakak sahabatmu? ...