Minggu, 24 Agustus 2025

Overthinking (nonohm)

 


Merasakan perutnya yang semakin tak enak Otlan segera berdiri dari duduknya dan berjalan kearah sang guru yang sedang menulis di papan tulis sembari menerangkan tulisannya.

"Pak saya mau ijin ketoilet," Ijinnya yang segera di ijinkan oleh sang guru.

Pemuda itu pun segera keluar kelas dengan beberapa pasang mata yang terus memperhatikannya. Pasalnya akhir-akhir ini Otlan selalu nampak lemas, namun saat ditanya apa ia sakit jawabannya selalu ttidak, padahal tak pernah periksa ke dokter, dan hal itu membuat mereka semakin khawatir.

Belum juga sampai toilet perutnya sudah semakin bergejolak membuatnya tak bisa menahan lebih lama rasa mual yang ia dera. Pemuda itupun segera memuntahkan semua isi dalam perutnya ke dalam tong sampah yang dekat dengannya, bahkan saat isi perutnya telah kosong ia masih terus mual tanpa bisa dihentikan.

Tubuhnya luruh kelantai saat akhirnya rasa mual itu menghilang, tubuhnya lemas bukan main.

"Otlan? Ngapain duduk disitu?" Oyi berjalan mendekat kearah Otlan yang nampak lemas di samping tong sampah. Gadis itu pun segera membantu sang teman untuk berdiri dengan susah payah dan berjalan pelan. "Mau periksa aja ke dokter gak? Makin parah aja keliatannya lan." Usul sang teman yang nampak kawatir.

"Gak papa, nanti juga sembuh sendiri." Lagi dan lagi jawaban itu yang diberikan.

"Lo udah ngomong gini dari minggu kemaren ya lan, tapi lo gak sembuh-sembuh, malah makin parah aja. Gue anterin ke dokter aja ya nanti sepulang sekolah." Bujuknya

Otlan menggeleng. "Gue gak papa, besok juga sembuh kok." Ujarnya keras kepala. "𝘓𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘶𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦 𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘬𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪𝘢,"

Nampak semakin tak tertolong bucinnya.

Oyi mendesah pasrah.

"Lo mau kemana keluar kelas?" Tanya Otlan yang seakan baru tersadar.

"Mau keruang guru, disurh ngambik buku pak guru yang ketinggalan."

"Oh," Ujarnya mengangguk. "Fion ada ngasih kabar?" Tanyanya entah ia berharap jawaban apa yang akan diberikan Oyi.

"Kabar apa?" Tanyanya bingung.

"Ya kabar."

Oyi menatap temannya heran, namun ia tetap memilih menjawab. "Enggak, cuman semalem dia bilang mau ke Otoa buat kerja sambil liburan."

Otlan hanya diam mendengar perkataan Oyi.

"Lo tunggu disini, gue mau ambil buku dulu terus bawa lp ke UKS." Ucap Oyi yang segera berlalu meninggalkan temannya yang nampak asik dengan pikiranya sendiri.

Otlan mendesah, pikirannya kalut, banyak hal yang hinggap di pikirannya tentang Cana dan Fiona, meski ia sudah mencoba untuk menyingkirkannya, namun pikiran jelek itu terus datang dan bertambah banyak.

Berbeda dengan dua orang yang sedang ia pikirkan, mereka sedang asik dengan kerjaan masing-masing, Fiona yang sedang sibuk merekam dengan timnya, dan Cana yang sibuk berbicara dengan Putra tentang kerjaan yang harus ia lakukan nanti saat ia tinggal. Karena minggu besok ia harus sudah kembali ke Alana untuk menepatinya janji dengan Otlan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renjana

[ 𝚁𝚎𝚗𝚓𝚊𝚗𝚊 / 𝚁𝚊𝚜𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝 ]  𝐒𝐢𝐧𝐨𝐩𝐬𝐢𝐬 :  Bagaimana rasanya jatuh cinta diam-diam pada kakak sahabatmu? ...