Senin, 21 April 2025

Makin bahaya (nonohm)

 


Dengan pelan Cana membopong Otlan yang sedang tertidur pulas kearah ranjang, berusaha sebaik mungkin untuk tak membanggakan pemuda itu yang nampak sangat kelelahan.

Pelan-pelan di letakkannya Otlan keatas ranjang yang sudah rapi dan bersih.

Entah karena goncangan yang terlalu terasa atau memang Otlan gampang terbangun, matanya terbuka kala Cana telah berhasil menidurkannya keatas ranjang.

"Sorry, tidur lagi aja." Ujar Cana yang menyadari bahwa Otlan terbangun, ia pun menarik selimut sampai dada, dan ingin meninggalkannya agar kembali tidur. Namun tangannya yang di genggam Otlan menghentikan langkahnya.

"Kenapa? Ada yang sakit?" Tanyanya perhatian.

Otlan mengangguk. "Badan gue sakit semua." Ujarnya serak dengan bibir mengerucut lucu.

Cana pun duduk di tepi ranjang samping Otlan dan memijit kaki yang lebih muda meski tertutupi selimut.

"Tidur lagi, nanti pas jam 9 gue bangunin buat pulang." Ujarnya masih terus memijit.

Otlan pun mengangguk patuh, pemuda itu kembali memejamkan matanya dan tak lama tertidur pulas. Nampaknya ia sangat lelah karena aktivitas mereka tadi siang.

Cana sesekali melirik Otlan yang sudah tertidur dan tersenyum tipis, perkataannya tentang pujian yang baru saja ia twet tadi bukanlah omong kosong, kenyataannya Otlan memang masih sangat tampan meski ia sedang tertidur pulas, pantas saja sang adik begitu tergila-gila pada pemuda ini.

Meski Otlan telah tertidur pulas hal itu tak membuat Cana untuk segera menyudahi pijitannya, pemuda itu nampak menyukai memijit sambil menatap wajah tampan yang sekarang berada di atas ranjangnya. Namun siapa yang menyangka, wajah tampan yang innocent itu hanya sebuah tipuan muslihat. Ia masih ingat betul bagaimana binalnya Otlan tadi. Bahkan kata jorok keluar dengan leluasa membuatnya gemas hingga tak bisa menghentikan birahinya sendiri.

Kepalanya menggeleng berusaha mengenyahkan bayangan menyenangkan yang baru saja mereka akhiri, mengingat 𝘩𝘰𝘭𝘦 Otlan yang lecet karena perbuatannya membuatnya segera menghentikan otak mesumnya.

Kana pun memilih keluar kamar untuk menyegarkan kembali pikirannya yang sudah tak terkontrol, pemuda itu semakin hari semakin berbahaya, ada saja kelakuan yang membuatnya kalang kabut. Namun ia pun menyukainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renjana

[ 𝚁𝚎𝚗𝚓𝚊𝚗𝚊 / 𝚁𝚊𝚜𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝 ]  𝐒𝐢𝐧𝐨𝐩𝐬𝐢𝐬 :  Bagaimana rasanya jatuh cinta diam-diam pada kakak sahabatmu? ...